MANOKWARI, papuaku.id – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani mengatakan meski minimnya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat ketika dilakukan evaluasi, dirinya meminta untuk tetap melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diberikan.
“Kasus Keracunan MBG di Papua Barat kalau dilakukan evaluasi itu presentasenya sebenarnya kecil, namun itu bukan berarti kita tidak berhati-hati,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Ia menyebutkan bahwa antisipasi dan petunjuk yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), semua proses penyiapan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah mulai dari aspek kehigienisan bahan mentah sampai matang harus tetap terjaga.
Kemudian, kata Lakotani. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap memberikan panduan tentang bagaimana melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang disajikan.
“Sebelum disajikan atau diberikan itu dilakukan pemeriksaan dulu dan sampelnya akan menjadi bahan laporan,” kata Lakotani.
“Ini artinya apa?, semua upaya untuk memastikan proses pemberian makan bergizi gratis baik untuk anak sekolah, ibu hamil, menyusui dan balita bisa berjalan dengan baik sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh satuan penyedia pemenuhan gizi dengan menurunkan petugas-petugas yang telah ditempatkan.
“Disetiap dapur sehat, ada petugas dari SPPG. Jika ada kejadian kasus keracunan dan lain-lain, tentu menjadi pihak yang paling bertanggungjawab,” tuturnya.
“Kemudian, tentunya dapur sehat proses pengawasannya dilakukan secara berjenjang dengan cukup ketat. Jika terjadi sesuatu, maka petugas SPPG akan dikenakan sanksi dan tentu dapurnya akan dievaluasi dan diambil langkah tegas,” pungkasnya. (papuaku)






