MANOKWARI, papuaku.id – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani meminta untuk tidak lagi menjalankan program rutinitas yang tak memiliki dampak melainkan merancang program yang memiliki dampak pada indikator pembangunan di Papua Barat.
Ia membandingkan dengan Provinsi Papua Barat Daya yang merupakan anak (pemekaran, red) dari Papua Barat namun indikator pembangunan di lebih tinggi meski usianya baru seumur jagung.
“Kita (Papua Barat, red) sudah berusia 26 tahun indikator pembangunan kalah tinggi dibandingkan Papua Barat Daya yang baru berusia dua tahun. Dia (Papua Barat Daya, red) malah lebih sehat daripada kita,” ujarnya saat memimpin Apel Gabungan di Halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, ini merupakan peringatan untuk semua pihak bahwa Papua Barat perlu berbenah diri dan memastikan program memiliki dampak bagi kemajuan ekonomi, sosial dan kualitas hidup masyarakat.
Lakotani pun menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat untuk menyusun program yang tidak hanya rutin setiap tahun, tetapi juga strategis dan berdampak luas.
“Setiap hari harus ada program pembangunan yang berjalan, terutama yang bisa memberi daya ungkit terhadap parameter pembangunan,” tegasnya.
Beberapa program prioritas yang diminta untuk digerakkan, kata Lakotani, berada di bidang pendidikan, kesehatan, dan produktivitas ekonomi. Ia menilai, pelaksanaan program Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif bisa menjadi motor penggerak utama jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan tepat sasaran.
“Kalau dijalankan dengan benar, sungguh-sungguh, dan sesuai kebutuhan masyarakat, maka dampaknya akan signifikan,” tegasnya.
Menurutnya, Papua Barat masih memiliki potensi besar untuk mengejar ketertinggalan. Namun hal itu hanya bisa dicapai bila seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah dan fokus pada hasil nyata, bukan hanya laporan kegiatan.
“Kita harus tunjukkan bahwa Papua Barat bisa bangkit, bukan karena usia provinsinya sudah panjang, tapi karena programnya benar-benar mengubah kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (papuaku)






