27.1 C
Manokwari

Era Baru Jurnalistik Digital, PWI Papua Barat Gelar Pelatihan AI

Published:

MANOKWARI, papuaku.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat menjadi salah satu pelopor era baru Jurnalistik Digital dengan mengadakan Pelatihan Artificial Intelegent (AI), Jumat (7/11/2025).

Ketua PWI Papua Barat, Bustam mengatakan pelatihan Artificial Intelegent (AI) merupakan langkah berani dari Timur Indonesia.

“Ini program perdana dari PWI se-Indonesia yang dimulai dari wilayah timur Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di tengah keterbatasan anggaran, pihaknya menggandeng SKK Migas dan Genting Oil Kasuri agar pelatihan ini bisa terlaksana.

“Ini adalah awal perubahan besar bagi dunia jurnalistik,” sebutnya.

AI Sebagai Mitra, Bukan Ancaman

Bustam menegaskan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman bagi profesi wartawan.

“AI bukan untuk menggantikan wartawan, melainkan membantu mempercepat dan mempermudah kerja jurnalistik agar lebih efektif dan akurat,” tegasnya.

Selain pelatihan AI, PWI Papua Barat segera menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan diikuti sekitar 40 peserta dari Papua Barat.

Apresiasi dari PWI Pusat

Satgas Anti Hoaks PWI Pusat, Mercys Charles Loho memberikan apresiasi atas langkah progresif PWI Papua Barat.

“Kita tidak boleh kalah dengan AI, karena sejatinya teknologi itu dikendalikan oleh manusia. Pelatihan ini juga bentuk literasi digital untuk melawan hoaks,” kata Mercys.

Dukungan Dunia Industri

Perwakilan SKK Migas dan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., Bima Cahaya Gratama menyebut pelatihan AI ini sebagai langkah maju bagi insan pers menghadapi era digital.

“Wartawan harus memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, beretika, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Bima menambahkan bahwa media merupakan mitra strategis industri hulu migas dalam membangun komunikasi publik yang berimbang dan konstruktif.

Pemerintah : Wartawan Harus Adaptif dan Profesional

Asisten III Setda Papua Barat, Otto Parorongan yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya adaptasi wartawan terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI.

Asisten III Setda Papua Barat, Otto Parorongan menyerahkan secara simbolis kaos pelatihan AI. Foto : Astria Kukuh/papuaku

“Pemerintah berharap wartawan tetap menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat dengan menjaga independensi dan profesionalisme. Pelatihan ini menjadi langkah nyata menuju jurnalisme modern yang cerdas dan berintegritas,” tutur Otto.

Dengan terselenggaranya pelatihan AI perdana ini, Papua Barat resmi menorehkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang melangkah menuju era jurnalistik berbasis kecerdasan buatan.

Pelatihan ini diikuti 30 wartawan terdiri 26 peserta dari Manokwari dan 4 peserta dari Bintuni dengan menghadirkan dua narasumber ternama, yakni Head of Technology Kompas Gramedia, Jhonsons dan CEO ProPS sekaligus praktisi media digital, Ilona Juwita. (Papuaku)





Berita Terkait