MANOKWARI, papuaku.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat menggelar serah Terima jabatan (Sertijab) dari pejabat lama Syors Albert O. Sans kepada pejabat baru Reinhard Calvin Maniagasi, Rabu (18/11/2025).
Pejabat Lama Kepala Kesbangpol Papua Barat, Syors Albert Ortis Sans mengatakan selama menjabat Pelaksana tugas, melaksanakan tugas terberat yakni menetapkan DPR Otsus.
“Kantor ini bayak tantangan karena berhubungan langsung dengan masyarakat, partai politik dan lainnya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pegawai Kesabangpol Papua Barat untuk mendukung pejabat yang baru untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
“Mari berikan masukan yang baik dan jalin silahturahmi sesama pegawai yang baik,” ajaknya.
Sementara itu, Pejabat Baru Kepala Kesbangpol Papua Barat, Reinhard Calvin Maniagasi mengatakan tugas-tugas di Kesbangpol sangat besar.
“Pegawai yang bekerja di Kesbangpol merupakan suatu kebanggaan sebab dinamika di Papua Barat ini harus kita hadapi,” katanya menyemangati.
“Banyak tugas berat menanti,” katanya lagi.

Ia mengajak kepada seluruh pegawai untuk bersama-sama membangun komunikasi yang baik, sebab beban semakin berat menyelaraskan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat.
“Setelah ini (Sertijab), kita akan laksanakan rapat intern terkait dengan hal-hal yang akan kita lakukan di akhir tahun ini dan tahun 2026 sesuai dengan visi misi kepala daerah,” ajaknya.
Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa mengatakan serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika kepegawaian yang wajar dalam rangka peningkatan kinerja birokrasi pemerintahan.
Dirinya memberikan selamat kepada Kepala Kesbangpol definitif atas kepercayaan yang diberikan.
“Tugas yang diemban tidaklah ringan, mengingat peran strategis Kesbangpol dalam menjaga keutuhan nkri, memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengawal stabilitas politik dan keamanan di Papua Barat,” ucap Melkias.
Ia berharap Kesbangpol Papua Barat dapat terus meningkatkan perannya dalam memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi di tengah masyarakat Papua Barat, mengantisipasi dan menangani setiap potensi konflik yang dapat mengganggu ketertiban umum, meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, mendukung program pembangunan papua barat yang inklusif dan berkelanjutan. (papuaku)






