27.2 C
Manokwari

Terlibat Pembangunan Papua Barat, Ekspedisi Patriot : Perkuat Kawasan Transmigrasi

Published:

MANOKWARI, papuaku.id – Ekspedisi Patriot yang berlangsung selama dua bulan di Kawasan Transmigrasi Prafi, Masni, Sidey dan Manokwari Utara. Tim Ekspedisi Patriot Output 02 Kawasan Transmigrasi (KT) Prafi ITB, Senin (17/11/2025) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang terhadap pengembangan komoditas unggulan di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Lokakarya dan Focus Grup Discussion Tim Ekspedisi Patriot ouput 02 Kawasan Transmigrasi Prafi ITB. Foto : istimewa

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, BAPPEDA, Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Dinas Pertanian, Kepala Distrik, Kepala Kampung, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Papua Barat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Petani yang ada di Kabupaten Manokwari.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot 02 KT Prafi ITB, Dr. Ir. Rijanti Rahaju Maulani, S.P., M.Si yang dibantu oleh alumni Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB (SITH ITB) yaitu Gabriel Toen Toen Tua Sahat Situngkir, S.T., M.Si., Bisma Bahana Bhagaskara, S.T., Audy Firdausa, S.T., dan Faisal Fathurrahman, S.T mengatakan FGD merupakan salah satu rangkaian dari program Ekspedisi Patriot, inisiatif dari Kementerian Transmigrasi yang bertujuan mendukung percepatan pemerataan sosial dan ekonomi di kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan program, kata Dia, Kementerian menggandeng akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama nasional, salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebanyak 2.000 akademisi yang terdiri atas dosen, alumni, dan mahasiswa tergabung dalam berbagai tim ikut diterjunkan ke 157 kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu dari kawasan transmigrasi yang menjadi sasaran program adalah KT Prafi.

KT Prafi merupakan kawasan transmigrasi yang berada di Kabupaten Manokwari. Kawasan ini terdiri dari 4 distrik yang meliputi Distrik Prafi, Distrik Masni, Distrik Sidey dan Distrik Manokwari Utara serta terdiri dari 11 kampung Satuan Pemukiman (SP) dan 2 kampung translokal.

“Tim ini bertugas melakukan kajian langsung di lapangan guna menyusun strategi pengembangan potensi komoditas unggulan sesuai karakteristik wilayah,” ujarnya.

Ia menyebutkan melalui program Ekspedisi Patriot, diharapkan mendapatkan desain kebijakan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pemerintah, terutama di bidang pertanian dan perkebunan.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat transmigrasi,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manowkari, Yan Ayomi mengatakan pemerintah daerah sangat terbantu dengan hadirnya data dan rekomendasi berbasis kajian akademik, sehingga penyusunan kebijakan dapat diarahkan dengan lebih terukur.

Ia memberikan apresiasi karena memberikan rangkaian kegiatan tematik yang turut meningkatkan kapasitas masyarakat, pelaku ekonomi, aparatur, dan dunia pendidikan.

“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan merupakan kunci dalam mendorong kemandirian masyarakat transmigrasi di tengah perubahan zaman yang cepat,” ujarnya.

Ia berharap lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen membangun kawasan transmigrasi yang lebih maju dan berkelanjutan. (papuaku)





Berita Terkait