MANOKWARI, papuaku.id – Pemain SMAMCO (10), Jimmi Murafer jadi penentu kemenangan SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) atas lawannya SMA 1 Manokwari (SMANSA) pada lanjutan babak delapan besar Ganeta Battle of School di GOR Sanggeng, Selasa (28/4/2026).
Tim unggulan SMANSA harus menelan pil pahit kekalahan dari tim kuda hitam SMAMCO dengan skor 3-2.
Jalannya pertandingan, kedua tim di awal babak pertama menurunkan skuad andalan dari masing-masing tim.
SMANSA langsung memberikan tekanan di awal babak pertama hingga berhasil membuahkan gol dari sepakan Heron Sampebua pada menit ke 5″ dan skor berubah menjadi 0-1.
Tak berselang lama, SMAMCO berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dari lesakan Rumi J Muaybuay pada menit ke 6″.
Pada pertengahan babak pertama, kedua tim masih saling berbalas serangan hingga akhirnya SMANSA kembali berhasil mengungguli SMAMCO dengan skor 1-2 dari tendangan keras Fadly Irwa dari luar kotak pinalti pada menit ke 11 yang tidak bisa dibendung penjaga gawang David Yunus Sada.
Usai jeda turun minum, di babak kedua, SMAMCO langsung tancap gas dan memberikan tekanan kepada SMANSA. Dua menit berselang di babak kedua, SMAMCO berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dari sepakan Rumy J Muabuay pada menit ke 17 dan mencatatkan namanya mencetak dua gol pada pertandingan ini.
Laga hidup mati kedua tim, akhirnya lebih memanas setelah skor berhasil disamakan menjadi 2-2. Serangan demi serangan dan berbalas serangan kedua tim belum membuahkan hasil hingga menit ke 24.
Di menit ke 25, SMAMCO berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 atas gol yang dilesatkan oleh Jimmi Murafer dan menjadi gol penentu kemenangan.
Bangkit dari ketertinggalan, SMANSA melakukan gempuran demi gempuran di lini pertahanan SMAMCO. Namun hingga peluit panjang di bunyikan, SMANSA harus mengakui keunggulan SMAMCO dengan skor 3-2.
Coach SMAMCO, Lenus Kulua usai pertandingan mengatakan dirinya melakukan perubahan strategi dengan memaksimalkan serangan-serangan balik.
“Ada kekosongan di lini belakang SMANSA, sehingga di babak kedua kita maksimalkan kekosongan tersebut dengan serangan balik dan para pemain menerapkan strategi dengan baik dan disiplin rotasi menyerang dan bertahan,” ujarnya.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan hasil ini, karena timnya masih menatap pertandingan selanjutnya di babak Semifinal,” pungkasnya. (papuaku)






