24.5 C
Manokwari

Dinas Pendidikan Manokwari Dukung Peresmian SMA Muhammadiyah Conservation oleh Mendikdasmen

Published:

MANOKWARI, papuaku.id — Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari menyatakan dukungan penuh terhadap peresmian SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) yang direncanakan akan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Kepala Dinas Pendidikan Manokwari, Parjianti mengatakan dukungan pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis konservasi.

Menurutnya, kehadiran SMA Muhammadiyah Conservation dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada kesadaran konservasi dan pelestarian lingkungan hidup.

“Pemerintah Kabupaten Manokwari mendukung penuh peresmian SMA Muhammadiyah Conservation. Sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Parjianti menuturkan bahwa pendidikan berbasis konservasi menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah tantangan perubahan lingkungan dan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam agenda peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Manokwari.

Pemerintah daerah berharap kunjungan tersebut dapat memberikan motivasi serta perhatian lebih terhadap pengembangan pendidikan di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Conservation, Maesarah, M.Pd. Gr mengatakan SMAMCO dirancang sebagai sekolah yang mengintegrasikan pendidikan modern dengan nilai-nilai pelestarian alam.

“Program pembelajaran yang diterapkan juga diarahkan pada penguatan karakter, disiplin, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia mengatakan Momentum ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan berbasis konservasi di Manokwari. (papuaku)





Berita Terkait