MANOKWARI, papuaku.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Muhammadiyah Conservation, Kamis (28/5/2026). Peresmian sekolah berbasis konservasi tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Mendikdasmen sebagai simbol resmi beroperasinya sekolah.

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus Muhammadiyah, tenaga pendidik, serta masyarakat. Kehadiran SMA Muhammadiyah Conservation dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan berkualitas di Papua Barat.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten yang telah mendukung pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam menghadirkan akses pendidikan yang maju dan berdaya saing di Tanah Papua.
“Selamat atas SMA Muhammadiyah Conservation. Siswa angkatan pertama sebanyak 63 siswa dan siswa yang baru mendaftar di tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 60 siswa. Mudah-mudahan penerimaan siswa ini bisa bertambah banyak lagi,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, SMA Muhammadiyah Conservation merupakan sekolah Muhammadiyah pertama di Indonesia yang mengusung konsep konservasi. Konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere mengapresiasi komitmen Pengurus Wilayah Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Tanah Papua, khususnya di Papua Barat.
Menurut Ali Baham, kehadiran SMAMCO menjadi wujud nyata kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat melalui pengembangan pendidikan yang berorientasi pada kualitas dan masa depan generasi muda Papua.
Ia berharap SMA Muhammadiyah Conservation mampu mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup sesuai semangat konservasi yang diusung sekolah tersebut. (papuaku)






