26.7 C
Manokwari

Komunitas Musisi Manokwari Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Published:

MANOKWARI, papuaku.id— Komunitas Musisi Manokwari, Provinsi Papua Barat, menggelar aksi penggalangan dana bagi korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komunitas Musisi Manokwari menggelar aksi galang dana untuk korban gempa NTT. Foto : Bagus Wicaksono/papuaku.id

Aksi solidaritas tersebut berlangsung di kawasan Lampu Merah Haji Bauw, Manokwari, Selasa (1/9/2026), dengan melibatkan sejumlah musisi yang turun langsung mengajak masyarakat memberikan donasi.

Salah satu musisi Manokwari, M. Basri alias Capunk, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah bencana alam.

“Bantuan donasi ini bentuk kepedulian kita antar sesama yang sedang dilanda musibah bencana alam,” kata Capunk di Manokwari, Selasa.

Menurut dia, aksi penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Manokwari terhadap warga NTT yang terdampak gempa.

Para musisi memanfaatkan ruang publik untuk mengajak pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut agar turut memberikan bantuan secara sukarela.

Capunk berharap kepedulian yang ditunjukkan masyarakat Manokwari dapat membantu meringankan beban para korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan setelah bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT. Tidak melihat besar kecilnya bantuan, tetapi kepedulian dan keikhlasan yang diberikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunitas musisi tidak hanya hadir melalui karya seni dan musik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Aksi penggalangan dana tersebut diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk menunjukkan solidaritas kepada korban bencana di NTT. (papuaku)


Eksplorasi konten lain dari Papuaku

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





Berita Terkait

Eksplorasi konten lain dari Papuaku

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca